Makaroni Ngehe bercitarasa pedas seakan memberikan pilihan baru bagi masyarakat penggemar makanan bercitarasa pedas. Jika beberapa tahun ini hanya produk keripik singkong dan kerupuk yang disajikan dengan citarasa pedas aneka level, maka Makaroni Ngehe jelas berbeda dengan produk-produk tersebut. Perpaduan tekstur makaroni kering dan makaroni basah menjadi salah satu daya tarik jenis kuliner baru yang satu ini.
Ide untuk memberi nama bagi setiap level pedasnya makaroni juga sangat unik. Makaroni Ngehe memiliki variasi level pedas mulai dari #ciwitbutina, #kepretpakendang hingga #pitnahbulilis. Pengalaman pahit yang pernah dialami oleh Ali justru membuatnya terinspirasi untuk menggunakan nama-nama unik untuk menggambarkan level pedas Makaroni Ngehe. Dengan tagline “nagihnya ngehe”, Makaroni Ngehe sukses menyihir para pelanggan yang kebanyakan berasal dari generasi muda.
Setiap hari, cabang Makaroni Ngehe selalu dipadati oleh pelanggan yang rela antre demi menikmati seporsi makaroni bercitarasa pedas. Para pelajar dan karyawan yang menggemari Makaroni Ngehe mengaku selalu ketagihan dengan citarasa istimewa yang ditawarkan oleh produk kuliner tersebut.
